Kamis, 17 Oktober 2013

Pegawai Negeri Sipil - PNS



logo korpriKerja Berat Sudah Pasti
Berprestasi Sudah Tradisi
Kalo Gagal Hukuman Menanti
Datang Terlambat Dimarahi
Pulang Telat Dimaki Istri
Loyalitas Harga Mati
Tidak Loyal Dimutasi
Hidup Kaya Dicurigai
Kalau Miskin Salah Sendiri
Mau Penempatan Lobi Sana Sini
Tidak Mau Lobi Gigit Jari
Potongan bank menggerogoti gaji
Gaji sebulan hanya cukup sehari 
Naik pangkat tidak pasti
Tak naik pangkat makan hati
Rumah Bagus Hanya Mimpi
Masuk Surga Belum Pasti


Hahaha.... Itulah Puisi tentang derita PNS di Indonesia. Akhir-akhir ini banyak sekali sorotan mengenai kinerja PNS. Bahwa PNS itu kinerjanya buruk. Kerjanya malas-malasan, prestasinya nol, korupsinya luar biasa, terlalu banyak libur, dan masih banyak cap negative lain untuk PNS. Mengapa demikian? Banyak hal terjadi belakangan ini. Mulai dari berbagai kasus korupsi yang melibatkan PNS hingga sepinya kantor pada hari lebaran. Salah siapa? Coba kita ulas antara idealnya PNS di mata masyarakat dengan penilaian masyarakat dan kenyataan di lapangan.

1.      PNS harus pinter. Penilaian masyarakat kurang pinter. Masa sih? Perasaan sama saja tuh dengan pegawai swasta. Kalo orang diterima PNS melalui serangkaian ujian (5-8 kali test), menyingkirkan ribuan saingan, berarti orang tersebut pinter dong?
2.      PNS tidak boleh kaya. Penilaian masyarakat PNS yang kaya pasti korupsi. Masa iya? Mana ada aturan PNS gak boleh kaya? Kalo PNS yang diterima dengan serangkaian test dan lulus itu pasti orang pinter. Nah kalo dia pinter pasti pengen kaya dong. Nah kalo jadi PNS gak boleh kaya pasti dia keluar dari PNS (ini sudah terjadi di beberapa instansi pusat). Nah kalo PNS yang pinter-pinter pada keluar, yang tertinggal yang kurang pinter dong. Dan kalo PNS yang kurang pinter dan masih setia jadi PNS harus melakukan pelayanan publik, dan karena dia kurang pinter pelayanannya kurang memuaskan, masyarakat protes dan mengatakan PNS tidak pinter. Salah siapa? Kembali lagi ke nomor satu.
3.      Kualitas PNS harus super. Penilaian masyarakat kualitas PNS menyedihkan. Masyarakat menghendaki PNS menjadi seorang manusia super yang punya kemampuan super dengan penghasilan minim dan tidak boleh kaya tapi sekaligus mempunyai semangat pengabdian super dan moral yang suci bak malaikat, serta tidak boleh mengeluh meskipun tidak ikut merayakan lebaran ketika orang lain cuti lebaran. Adakah orang seperti itu? Kalo ada PNS seperti itu berarti dia punya kualitas super. Dan kalo dia punya kualitas super maka kembali lagi ke nomor satu dan dua.
4.      PNS tidak boleh sering libur dan cuti. Penilaian masyarakat PNS terlalu banyak libur dan cuti bersama. Yang bener maaaasss...? Kenyataannya libur PNS itu hanya sabtu dan minggu serta hari besar nasional. Ditambah cuti bersama yang dipotong dari cuti tahunan 12 hari. Jadi kalo cuti bersama setahun 8 hari cuti tahunannya tinggal 4 hari. Kaciaannn. Bagaimana kalo cuti bersama bertepatan dengan tugas kedinasan PNS di luar kota? PNS tersebut tetap dipotong cuti tahunannya tapi yang bersangkutan tidak boleh libur karena terikat surat tugas kedinasannya. Jadi jatah cuti sudah berkurang tapi tidak dinikmati. Rugi dong dia? Jelas! Bagaimana kalo lebaran? Bolehkah PNS yang bertugas di tempat jauh, di luar pulau misalnya, nambah cuti di luar cuti bersama selagi jatah cutinya masih ada? TIDAK BOLEH. Karena cuti bersama 3 hari tambah libur lebaran 2 hari dianggap cukup (oleh pemerintah) untuk silaturahmi di kampung halaman. Tidak peduli bagaimana sulitnya PNS tersebut jungkir balik mencari tiket pesawat dengan harga selangit, itupun kalo masih tersedia. Akhirnya apa yang terjadi? Hubungan silaturahmi dengan sanak family renggang. Hubungan dengan keluarga renggang. PNS cari hiburan di luar. Terjadi perselingkuhan. Karenanya empati menjadi hilang. Otak menjadi tumpul. Pelayanan berkurang. Duitpun berkurang. Korupsi. Dan akhirnya kembali ke nomor satu, dua dan tiga.
5.      PNS harus maksimal melayani. Penilaian masyarakat PNS setengah hati melayani masyarakat. Yang ini banyak benarnya. Kenyataannya memang pelayanan yang diperoleh masyarakat ketika mengurus KTP, KK, dan segala macam dokumen kependudukan serta segala macam yang membutuhkan pelayanan dari si “Abdi Negara” memang dirasa tidak memuaskan. Serba tidak pasti. Di ping-pong kesana kemari. Duit pelicin menjadi solusi. Nah kenapa bisa begitu tuh? Kali ini bukan masalah ke-pinter-an atau gaji. Masalahnya adalah kebiasaan turun temurun, dari senior kepada yunior. Bisa juga masalah moral dan kurangnya empati dari PNS. Kenapa PNS kurang bisa ber-empati? Kembali lagi ke nomor empat.
Itulah Dilema PNS di Indonesia. Sebab dan akibat semuanya saling mempengaruhi. Seperti lingkaran setan. Bagian mana dari lingkaran setan itu yang harus dipotong? Sulit sekali menjawabnya.

Jadi? Masihkah anda tertarik menjadi PNS? Jawabannya bisa ditebak, MASIH. Kenapa? Karena tidak ada pekerjaan lain-kah? Karena Tidak punya modal untuk usaha-kah? Karena malas untuk jatuh bangun berbisnis-kah? Karena merasa mampu juga pantas-kah? Atau ........ karena sanak familinya sudah duluan jadi PNS, jadi bisa dibawa, diusahakanlah gimana caranya gitu supaya bisa masuk..... ntar anunya gampang, cingcailah.... hahaha.

Selasa, 01 Oktober 2013

Takbiran di Makamhaji


Malam takbiran di Saripan Makamhaji tahun 2013 sungguh luar biasa. Sebenarnya ini adalah kegiatan yang sudah rutin dilakukan tiap tahun, tapi bagi kami sekeluarga setiap malam takbiran selalu menjadi malam yang istimewa.

Malam Takbiran pada lebaran tahun ini jatuh pada hari Rabu tanggal 7 Agustus 2013. Kali ini saya berkesempatan untuk mengikutinya lagi setelah sekian tahun tidak pernah ikut takbir keliling, karena kali ini anak saya yang ke dua, Naela, sangat ingin mengikutinya.


Oncor sudah disiapkan, dan mulailah pada bakda isya saya dan anak saya mengikuti takbir keliling sejauh kurang lebih 5 km jalan kaki. Sebenarnya Naela lebih banyak digendong, yang nggendong tentu bukan saya, melainkan mBak Tatik (adiknya budhe Zuhat) hehehe...


Selesai takbiran Naela belum mau pulang kalau belum dapat kue "seperti kakak-kakaknya" katanya. Ya sudah terpaksa ikut duduk-duduk dulu di serambi utara Masjid Syarif untuk mengambil jatah kue dan teh. Setelah itu pulang, tidur. Besoknya Lebaran.

Rabu, 10 September 2008

Kesalahan Hamilton pada GP Belgia 2008

Tulisan ini saya dapatkan dari detik.com, tapi lupa siapa yang nulis.

Untuk bisa memahami kejadian2 berikut, bisa dilihat layout sirkuit dibawah:
Lap 0 : Saya mencium dugaan kecurangan dari Lewis karena memarkir mobilnya dengan posisi miring kekanan dengan ban tegak lurus kedepan... hal ini memungkinkan dia memblok massa tanpa harus membelokkan ban terlebih dahulu ke kanan... sehingga bisa mamaksimalkan akselerasi kekanan tanpa hambatan ban... bagaimanapun juga... tak ada hukuman buatnya... mungkin karena start akan dimulai sesaat lagi... dan mungkin juga itu bukan kesalahan menurut FIA...
Lap 1: Sesuai dugaan, lewis mengamankan posisi yang seharusnya dia amankan, dengan mengambil jalur condong ke kanan, Saat Itu juga Martin Brundle berkomentar “Lewis is on Wheel, and so the others, but slower”...???????????????
Lap 1 : Truli meperlihatkan bakat yang luar biasa saat start... luar biasa kencang sehingga menempatkannya di posisi 3 disamping Massa... sayang saat memasuki tikungan “La Source” Trulli ditabrak oleh sang Atheis-Bourdais... dan membuyarkan podium bagi Trulli.
Lap 5 : Antara Kimi dan LH terlihat perbedaan jauh di sirkuit ini, Kimi unggul di sector 2 dan 3, sementara Lewis unggul di sektor 1... dan hebatnya lagi, Lewis bisa mengungguli 0,423d di tikungan Eau Rouge... pada lap ke lima
Lap 8 : Kovalainen membuat kejutan dengan menginjak full throttle di exit “Bus Stop” sehingga membuatnya mendahului Kubica...
Lap 10 : Saya berpikir kalau Kova bersalah saat menabrak Webber di tikungan “bus stop” karena Kova mengambil jalur dalam secara ilegal, padahal Webberlah yang lebih dulu mengambil jalur tersebut... seandainya beberapa meter sebelum tikungan keduanya side-by-side maka tidak ada yang salah dari keduanya atas insiden tersebut...
Lap 14 : Piquet memperpanjang “Tradisi” pembalap kedua yang selalu tabrakkan di Eau Rouge setelah fisi di tahun 2005.
Lap 20 : Komentator Martin Brundle berbicara yang tidak profesional saat kamera menunjukkan Alo yang sedang melibas tikungan yang sama setelah Piquet Retired “Eau Rouge” pada lap ini, kira2 kata2nya begini : “It Could Be Second Retirement Alongside Piquet”... ?????????????????????????????????????????????????????
Lap 23 : Komentator Martin Brundle berkata lagi yang memojokkan Alonso saat melibas chicane “bus stop” kira2 kata2nya begini... “ Its Impossible mission 4 Alonso To get Toyota with 10 point gap left although he finished 4th place”....????????????????????????
Lap 24 : Komentator Martin Brundle berkomentar saat kamera menunjukkan lewis melibas tikungan “Malmedy” dengan komentarnya yang bertolak belakang saat mengomentari Alonso... “ Lewis pushing hard.... bla...bla...bla... Brilliant Himself”.....????????????????????????????????????? ?????????????????
Lap 40an : Lewis mengovertake Kimi dan sang Martin Brubdle mengomentarinya dengan berapi2.... dan di lap yang sama juga berkomentar berapi2 dengan sedikit tertawa saat Kimi Retired
Lap 42 : Lewis berbekal tekad kuat untuk juara, bisa mengontrol mobilnya dengan baik sehingga mengamankan posisi pertamanya dari Massa.
Lap 42 : Tim memaksa Alonso mengganti ban ke ekstrem basah melalui radio
Lap 44 : Lewis pertama, disusul massa, lalu Heidfeld yang memutuskan tidak mengganti ban, kemudian Alonso melibas 2 pembalap sekaligus saat keluar chicane “bus stop” dan menempatkannya di posisi 4.
After Race : FIA memutuskan Lewis bersalah saat memotong chicane di “bus stop”.
After Race : Lewis berkomentar buruk tentang Raikkonen yang dituduhnya memojokkannya di “bus stop”. SEOLAH2 DIA LUPA AKAN TINDAKANNYA TERHADAP KIMI DI KANADA, BAHKAN SAAT ITU KIMI DENGAN RENDAH HATI MENYALAMINYA, DAN TIDAK SEDIKITPUN BERKOMENTAR BURUK TENTANGNYA.
After Race: Lewis menuduh Kimi sengaja menabrakkan mobilnya di exit “bus stop” padahal, kalau dipikir dengan logika, tindakan yang dituduhkan tersebut bisa berakibat fatal bagi Kimi, yaitu KEHILANGAN SAYAP BELAKANGNYA. Apabila Lewis kehilangan sayap depannya, dia masih bisa melanjutkan lomba... kalau Kimi kehilangan sayap belakangnya????Kejadian tersebut mengingatkan kita saat Lewis menabrak sayap belakang Alonso... dan alonso tidak sedikitpun berkomentar buruk tentang Lewis???Bagaimana nak??? Disaat setiap orang berbuat baik sama kamu, kenapa dibalas dengan hal seperti ini??? Apabila kamu mau meluruskan masalah dengan jantan, kenapa kamu gga membalas perlakuan Kimi ke kamu di kanada??? Bayangkan, seorang yang ditabrak sampai retired saat memimpin, masih bisa berbaik hati kepada sang penabrak... tapi kok saat penabrak dibalas (meskipun tuduhannya belum terbukti) dan kamu masih bisa berdiri di podium, kamu kok malah menjatuhkan dia???

Jumat, 28 Desember 2007

Ganyang Malaysia

Ganyang Malaysia!!!!


Betulkah harus seperti itu? Mungkin iya. Tapi mungkin juga itu hanya emosi sesaat. Emosi yang muncul karena kemarahan kita karena bangsa kita negara kita (golongan kita) sedang di olok-olok oleh bangsa/negara lain (golongan lain). Wajar. Manusiawi. Tapi bisa juga kita coba untuk beristighfar. bercermin. Melihat diri kita sendiri. Mawas diri. Kenapa?

Kenapa itu terjadi? Mungkin karena kesalahan kita juga. Mungkin karena kita memang tidak menghargai diri sendiri. Mungkin karena gaya hidup kita tidak Islami. Mungkin juga karena rasa memiliki yang tinggi. Mungkin juga karena rasa bahwa golongan kita adalah segalanya.

Kalau mereka mengolok-olok, melecehkan kita, itu salah. Itu perbuatan buruk. Perbuatan syaitan. Tapi itu adalah tanggungjawab mereka sendiri. Dengan berbuat hal sama seperti yang mereka perbuat akan menjadikan kita sama seperti mereka. Biarlah mereka melakukan perbuatan Syaitan, tapi kita harus melakukan perbuatan manusia yang bertaqwa.

Allah SWT berfirman dalam Qur'an Surat Al-Hujurat:

"یا أَیّهَا الّذینَ آمَنُوا لا یَسْخَرْ قَوْمٌ مِنْ قَوْمٍ عَسی أَنْ یَکُونُوا خَیْرًا مِنْهُمْ وَ لا نِساءٌ مِنْ نِساءٍ عَسی أَنْ یَکُنّ خَیْرًا مِنْهُنّ وَ لا تَلْمِزُوا أَنْفُسَکُمْ وَ لا تَنابَزُوا بِاْلأَلْقابِ..."

“Hai orang-orang yang beriman, janganlah suatu kaum mengolok-olok kaum yang lain, (karena) boleh jadi mereka (yang diolok-olok) lebih baik dari mereka (yang mengolok-olok) dan jangan pula wanita-wanita (mengolok-olok) wanita-wanita lain, (karena) boleh jadi wanita-wanita (yang diperolok-olokkan) lebih baik daripada wanita (yang mengolok-olok). Janganlah kamu mencela dirimu sendiri (sesama saudara seiman) dan janganlah kamu panggil memanggil dengan gelar-gelar yang buruk.”

Moga-moga kita termasuk hamba Allah yang beriman dan bertaqwa.

Ubaidi

Selasa, 04 Desember 2007

Profil Mbah Marijan

Disajikan kembali dari www.aksi cepattanggap.com

Tanyakan kepada orang Jogyakarta, siapa yang tak kenal Mbah Marijan? Jika ia memang orang asli Jogyakarta, Insya Allah tak mungkin tak mengenal tokoh satu ini. Terlebih kini namanya sedang hangat-hangatnya diperbincangkan seiring hangatnya udara malam di Kaliurang karena sang Merapi tengah bergejolak. Mbah Marijan, menjadi tokoh yang tak kalah tenarnya dengan Sri Sultan Hamengkubuwono selaku Gubernur Kota pelajar ini. Gunung Merapi, memang diperkirakan akan meletus dan menumpahkan lahar panasnya dalam hitungan hari. Hiruk pikuk warga dan pemerintah terlihat dengan semakin meningkatnya status dan aktivitas gunung merapi paling aktif di Indonesia ini. Riuh rendah dan hingar bingar di 'bawah' ternyata tak membuat Mbah Marijan ikut sibuk. Ia tetap tenang seolah Merapi tak tengah mengancamnya. Aneh. Kesan itu yang terbawa ketika hendak menemuinya Sabtu sore (29/4) di rumahnya di Dusun Kinahrejo. Banyak berita yang menyebut lelaki tua ini sangat sakti, memiliki 'ilmu' yang sangat tinggi sehingga puluhan tahun sudah mengemban tugas berat dari Sri Sultan untuk menjadi juru kunci Merapi. Jalan menuju rumah Mbah Marijan terus menanjak mendekati Gunung Merapi, namun sepanjang jalan tak sedikit pun ditemui jalan rusak, sepanjang jalan semenjak dari Palemsari hingga rumah Mbah Marijan jalannya mulus tak berlubang. Mungkin karena Sultan kerap mengunjungi kuncen Merapi itu. Sekitar pukul 17.00, setibanya di rumah Mbah Marijan, tokoh yang saat ini menjadi "most wanted person" bagi para pencari berita itu sedang duduk berdzikir di Masjid di depan rumahnya. Perawakannya kecil, jalannya sudah mulai lamban walau pun ia masih mampu menempuh puncak Merapi dengan berjalan kaki. Kesan pertama ketika bertemunya, jauh dari cerita yang sering tertulis di beberapa media massa. Sosoknya amat sederhana, sesederhana rumahnya yang tak berbeda dengan rumah kebanyakan warga di Dusun Kinaherjo. Padahal, 'jabatan' yang disandangnya dari Sultan bukanlah jabatan sepele dan tidak sembarang orang bisa dipercaya menjadi juru kunci. Mbah Marijan tetap tenang, tak menganggap kepulan asap di puncak Merapi sebagai ancaman. Meski demikian ia tetap meminta warganya untuk waspada, namun ia belum menganjurkan seluruh warga yang tinggal di lereng merapi untuk mengungsi. Menurut mbah Marijan, Merapi sudah biasa 'batuk-batuk' seperti saat ini. Dan belum warga belum perlu mengungsi. Lelaki yang tak mau berbahasa Indonesia ini tak ingin menjawab secara tegas ketika pertanyaan mengarah kepada kemungkinan meletusnya gunung Merapi. Baginya, Allah belum memberi petunjuk berupa tanda-tanda akan meletusnya Merapi sehingga ia tak meminta warganya untuk turun dan mengungsi. Kenyataan ini sungguh berlawanan dengan pernyataan Sultan yang meminta warga di lereng gunung segera mengungsi. "Jika Sultan meminta warga turun, berarti itu yang bicara bukan Sultan, melainkan Gubernur," ujar Mbah Marijan. Dalam pembicaraan yang terekam handycam yang kami bawa itu, Mbah Marijan justru berharap Sultan dan pemerintah daerah mengizinkannya melakukan doa bersama mohon keselamatan agar Merapi tak 'marah'. "Masalahnya, saya diizinkan atau tidak oleh pemerintah kalau saya berdoa kepada Gusti Allah..." tanya Mbah berharap. Pertanyaan yang sesungguhnya tak perlu jawaban dari Sultan atau pun pemerintah setempat. Karena bagi Mbah Marijan, yang dimaksud doa bersama itu tidak mesti membuat acara besar seperti layaknya acara 'selamatan' di kampung-kampung dengan mengundang banyak orang. "Cukup semua masyarakat bersama-sama berdoa, boleh dari rumahnya masing-masing, meminta kepada Allah agar Merapi tak jadi meletus," tambah Mbah. Mbah Marijan bukan sosok penuh misteri, bukan tokoh klenik, bukan pula seperti yang banyak diberitakan di media massa tentang kesaktian dan ilmu-ilmu aneh yang dimilikinya. Lelaki berumur lebih dari 80-an itu adalah orang yang shalih, taat beribadah dan senantiasa merasa dekat dengan Tuhannya. Begitu juga dengan keluarganya, istri dan lima anaknya adalah orang-orang shalih. Soal keengganannya berbahasa Indonesia, mbah Marijan berkomentar, "Saya ini orang kecil, hanya berbahasa menggunanakan bahasa orang kecil. Karena itu, omongan saya didengar oleh orang kecil. Bahasa Indonesia itu hanya dipakai oleh orang besar. Dan bahasa Indonesia itu terkesan sombong, saya tak mau dibilang sombong." Subhanallah, suatu anugerah luar biasa bisa berkunjung ke rumah mbah Marijan. Teramat banyak pelajaran dari tutur kata lembutnya yang terasa sangat 'dalam'. Tak terasa persinggahan di rumah sederhana itu hingga pukul 20.00. Kekhawatiran akan meletusnya Merapi pada saat kami berada di rumah itu, seolah sirna oleh ketenangan yang memancar dari wajah lelaki mengagumkan itu. Bayu Gawtama